Walau cuaca di Gorontalo yang
cukup menyengat, Lydia yang hadir didampingi dua pejabat Direktorat Jenderal
PAUDNI yakni Direktur PPAUDNI DR. Erman Syamsudin dan Direktur P2TK DR. Nugaan
Yulia Wardhani, M.Psi terlihat bergembira bersama ribuan anak-anak PAUD se
Provinsi Gorontalo. (reza)
Tampilkan postingan dengan label BPKB Provinsi Gorontalo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BPKB Provinsi Gorontalo. Tampilkan semua postingan
Kamis, 31 Mei 2012
22.14
BPKB Gorontalo
Rabu, 16 Mei 2012
13.20
BPKB Gorontalo
Pemanfaatan limbah rumah tangga untuk dikemas menjadi Alat Permainan Edukatif (APE) merupakan terobosan inovatif dalam meningkatkan kreatifitas pendidik PAUD serta meningkatkan pengetahuan anak didik PAUD dalam hal pentingnya menjaga lingkungan. Hal ini terungkap dalam acara “Focus Group Discussion Pengembangan Model INTI APE dari limbah lingkungan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAUD” yang dilaksanakan hari ini 16/05/2012 di Aula BPKB Provinsi Gorontalo
Kepala BPKB Provinsi Gorontalo, Drs. Bambang Kunaedi, M.Si. dalam pembukaannya mengatakan, sebagai Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Non Formal, BPKB Provinsi Gorontalo terus berupaya menyelaraskan Program Pendidikan Nonformal dan Informal termasuk dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kegiatan ini menurut Bambang bertujuan untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada para pendidik PAUD dalam pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE) dari limbah rumah tangga yang mengandung nilai pendidikan, murah, mudah dalam pembuatannya, tidak berbahaya bagi anak, menarik warna dan bentuknya serta disesuaikan dengan minat dan taraf perkembangan anak didik. Bambang juga berharap agar model pembelajaran ini dapat diadopsi secara maksimal oleh lembaga-lembaga PAUD yang ada, sehingga APE ini dapat dibuat sendiri dan tidak bergantung pada APE buatan industri yang mahal dan belum tentu memiliki nilai edukatif pada anak didik. Bambang juga menambahkan, bahwa dengan kegiatan pembuatan APE dari limbah bekas rumah tangga ini, anak dapat diajarkan cara mencintai dan menjaga lingkungannya.
Sementara itu Ketua Panita Pelaksana Kegiatan Drs. Usman Modjo, M.Pd dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini diikuti 20 peserta pendidik PAUD se Provinsi Gorontalo dan didanai melalui APBD Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai narasumber diantaranya Kepala BPKB Provinsi Gorontalo, Tenaga Fungsional Pamong Belajar BPKB, serta Akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo. Usman menambahkan kegiatan ini bertujuan mendapatkan model pengembangan APE yang ramah lingkungan serta meningkatkan kompetensi pendidik PAUD secara maksima.(reza)
Kepala BPKB Provinsi Gorontalo, Drs. Bambang Kunaedi, M.Si. dalam pembukaannya mengatakan, sebagai Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Non Formal, BPKB Provinsi Gorontalo terus berupaya menyelaraskan Program Pendidikan Nonformal dan Informal termasuk dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kegiatan ini menurut Bambang bertujuan untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada para pendidik PAUD dalam pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE) dari limbah rumah tangga yang mengandung nilai pendidikan, murah, mudah dalam pembuatannya, tidak berbahaya bagi anak, menarik warna dan bentuknya serta disesuaikan dengan minat dan taraf perkembangan anak didik. Bambang juga berharap agar model pembelajaran ini dapat diadopsi secara maksimal oleh lembaga-lembaga PAUD yang ada, sehingga APE ini dapat dibuat sendiri dan tidak bergantung pada APE buatan industri yang mahal dan belum tentu memiliki nilai edukatif pada anak didik. Bambang juga menambahkan, bahwa dengan kegiatan pembuatan APE dari limbah bekas rumah tangga ini, anak dapat diajarkan cara mencintai dan menjaga lingkungannya.
Sementara itu Ketua Panita Pelaksana Kegiatan Drs. Usman Modjo, M.Pd dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini diikuti 20 peserta pendidik PAUD se Provinsi Gorontalo dan didanai melalui APBD Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai narasumber diantaranya Kepala BPKB Provinsi Gorontalo, Tenaga Fungsional Pamong Belajar BPKB, serta Akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo. Usman menambahkan kegiatan ini bertujuan mendapatkan model pengembangan APE yang ramah lingkungan serta meningkatkan kompetensi pendidik PAUD secara maksima.(reza)
Senin, 14 Mei 2012
10.02
BPKB Gorontalo
Dalam pembukaannya Bambang Kunaedi menyatakan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya nyata BPKB Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan lembaga kursus di wilayah Provinsi Gorontalo dan merupakan tindak lanjut dari diklat yang telah dilaksanakan oleh BPKB Provinsi Gorontalo. Bambang juga menyampaikan, peran dan tanggung jawab Instruktur Kursus tidak terlepas dari aspek kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan, baik aspek kecerdasan, pengetahuan, keterampilan serta sikap sehingga mereka memiliki daya saing ketika masuk ke dunia kerja. Sejalan dengan Program Pendidikan Gratis yang dicanangkan oleh Gubernur Gorontalo, Bambang menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis, hal ini menurutnya merupakan bentuk tanggung jawab karya nyata “Pendidikan Gratis” yang merupakan prioritas unggulan Gubernur Gorontalo Drs. H. Rusli Habibie M.Ap.Bambang Kunaedi yang dikenal bersahaja ini mengharapkan BPKB Provinsi Gorontalo kedepannya bisa menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) sendiri karena sarana dan prasarana yang dimiliki oleh lembaga ini sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Selasa, 01 Mei 2012
16.17
BPKB Gorontalo
Hal ini menurut Bambang dimaksudkan agar informasi dan ilmu yang diperoleh baik Pejabat, Pamong Belajar, maupun staf selama mengikuti kegiatan tersebut tidak terputus dan dapat diserap secara baik oleh rekan-rekan kerja lainnya. Selain itu Bambang juga mengatakan, kegiatan pemaparan ini adalah wujud budaya kerja yang transparan dan akuntabel sesuai harapan Gubernur Gorontalo Drs. H. Rusli Habibie, M.Ap, sehingga mereka yang ditugaskan benar-benar bekerja dan menyerap informasi secara maksimal
Sebanyak 6 (enam) Pamong Belajar, 2 (dua) staf administrasi memaparkan hasil dan tujuan program kegiatan yang mereka ikuti baik ditingkat Pusat, Regional Makassar maupun di tingkat daerah (reza)
Langganan:
Postingan (Atom)
RSS Feed
Twitter
