Tampilkan postingan dengan label BPKB Provinsi Gorontalo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BPKB Provinsi Gorontalo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2012


Direktur Jenderal PAUDNI Prof DR. Lydia Freyani Hawadi, Psi disambut ribuan anak PAUD se Provinsi Gorontalo dalam gelaran puncak kegiatan Gebyar 1000 Anak PAUD, Apresiasi PTK-PAUDNI dan penobatan Bunda PAUD Provinsi Gorontalo kamis (31/5/2012)

Kemeriahan acara ini terasa makin meriah ketika Dirjen PAUDNI ini memasuki aula Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Provinsi Gorontalo yang digunakan sebagai arena lomba mewarnai ratusan anak paud, Prof Lydia yang tampil menggunakan setelan training Kuning Hijau tampil energik mengajak ratusan anak PAUD ini untuk bernyanyi bersama, kemudian ketika keluar menuju panggung kehormatan Dirjen PAUDNI yang dikenal bersahaja ini langsung turun menuju ke lapangan BPKB dan spontan melakukan senam PAUD bersama ribuan anak PAUD se Provinsi Gorontalo yang telah menunggunya.

Walau cuaca di Gorontalo yang cukup menyengat, Lydia yang hadir didampingi dua pejabat Direktorat Jenderal PAUDNI yakni Direktur PPAUDNI DR. Erman Syamsudin dan Direktur P2TK DR. Nugaan Yulia Wardhani, M.Psi terlihat bergembira bersama ribuan anak-anak PAUD se Provinsi Gorontalo. (reza)

Rabu, 16 Mei 2012

Pemanfaatan limbah rumah tangga untuk dikemas menjadi Alat Permainan Edukatif (APE) merupakan terobosan inovatif dalam meningkatkan kreatifitas pendidik PAUD serta meningkatkan pengetahuan anak didik PAUD dalam hal pentingnya menjaga lingkungan. Hal ini terungkap dalam acara “Focus Group Discussion Pengembangan Model INTI APE dari limbah lingkungan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAUD” yang dilaksanakan hari ini 16/05/2012 di Aula BPKB Provinsi Gorontalo
Kepala BPKB Provinsi Gorontalo, Drs. Bambang Kunaedi, M.Si. dalam pembukaannya mengatakan, sebagai Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Non Formal, BPKB Provinsi Gorontalo terus berupaya menyelaraskan Program Pendidikan Nonformal dan Informal termasuk dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kegiatan ini menurut Bambang bertujuan untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada para pendidik PAUD dalam pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE) dari limbah rumah tangga yang mengandung nilai pendidikan, murah, mudah dalam pembuatannya, tidak berbahaya bagi anak, menarik warna dan bentuknya serta disesuaikan dengan minat dan taraf perkembangan anak didik. Bambang juga berharap agar model pembelajaran ini dapat diadopsi secara maksimal oleh lembaga-lembaga PAUD yang ada, sehingga APE ini dapat dibuat sendiri dan tidak bergantung pada APE buatan industri yang mahal dan belum tentu memiliki nilai edukatif pada anak didik. Bambang juga menambahkan, bahwa dengan kegiatan pembuatan APE dari limbah bekas rumah tangga ini, anak dapat diajarkan cara mencintai dan menjaga lingkungannya.


Sementara itu Ketua Panita Pelaksana Kegiatan Drs. Usman Modjo, M.Pd dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini diikuti 20 peserta pendidik PAUD se Provinsi Gorontalo dan didanai melalui APBD Provinsi Gorontalo. Kegiatan  ini  juga menghadirkan berbagai narasumber diantaranya Kepala BPKB Provinsi Gorontalo, Tenaga Fungsional Pamong Belajar BPKB, serta Akademisi  dari Universitas Negeri Gorontalo. Usman menambahkan kegiatan   ini bertujuan mendapatkan model pengembangan APE yang ramah lingkungan serta meningkatkan kompetensi pendidik PAUD secara maksima.(reza)

Senin, 14 Mei 2012



Wujud apresiasi pengembangan pendidikan profesi di Provinsi Gorontalo, BPKB Provinsi Gorontalo sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Nonformal dan Informal pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (DIKPORA) Provinsi Gorontalo, menggelar Uji Kompetensi Instruktur Kursus Tata Busana Level I, kegiatan yang diikuti 20 Instruktur Tata Busana se Provinsi Gorontalo ini dilaksanakan selama 3 hari dimulai  11 s.d 13 Mei 2012  dan dibuka oleh Kepala BPKB Provinsi Gorontalo Drs. Bambang Kunaedi, M.Si.


Dalam pembukaannya Bambang Kunaedi  menyatakan, pelaksanaan kegiatan  ini merupakan upaya nyata BPKB Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan lembaga kursus di wilayah Provinsi Gorontalo dan merupakan tindak lanjut dari diklat yang telah dilaksanakan oleh BPKB Provinsi Gorontalo. Bambang juga menyampaikan, peran dan tanggung jawab Instruktur Kursus tidak terlepas dari aspek kualifikasi dan kompetensi  yang dipersyaratkan, baik  aspek kecerdasan, pengetahuan, keterampilan serta sikap sehingga mereka memiliki daya saing ketika masuk ke dunia kerja. Sejalan dengan Program Pendidikan Gratis yang dicanangkan oleh Gubernur Gorontalo, Bambang menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis, hal ini menurutnya merupakan bentuk tanggung jawab karya nyata “Pendidikan Gratis” yang merupakan prioritas unggulan Gubernur Gorontalo Drs. H. Rusli Habibie M.Ap.Bambang Kunaedi yang dikenal bersahaja ini mengharapkan BPKB Provinsi Gorontalo kedepannya bisa menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK)  sendiri karena sarana dan prasarana yang dimiliki oleh lembaga ini sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Sementara itu Ketua Panita Pelaksana Kegiatan Rosdiana Bilontalo, S.Pd, M.Pd dalam laporannya menjelaskan, kegiatan yang didanai melalui APBD Provinsi Gorontalo  ini menghadirkan berbagai narasumber diantaranya Kepala BPKB Provinsi Gorontalo, Tenaga Fungsional Pamong Belajar BPKB, Tim Penguji Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Jakarta, Asesor  serta Akademisi  dari Universitas Negeri Gorontalo. Rosdiana menambahkan, uji kompetensi  ini akan diawali dengan pembekalan selama dua hari dan di hari ketiga akan dilaksanakan  pengujian di TUK Melati SMKN 2 Kota Gorontalo. (reza)

Selasa, 01 Mei 2012

Pagi tadi (01/05/2012) bertempat di Ruang Pokja PAUD BPKB Provinsi Gorontalo, Kepala BPKB Provinsi Gorontalo Drs. Bambang Kunaedi, M.Si mengundang seluruh tenaga Fungsional Pamong Belajar dan staf untuk paparkan kegiatan mereka, baik yang dilaksanakan diluar maupun didalam daerah Provinsi Gorontalo selang bulan April 2012.

Hal ini menurut Bambang dimaksudkan agar informasi dan ilmu yang diperoleh baik Pejabat, Pamong Belajar, maupun staf selama mengikuti kegiatan tersebut tidak terputus dan dapat diserap secara baik oleh rekan-rekan kerja lainnya. Selain itu Bambang juga mengatakan, kegiatan pemaparan ini adalah wujud budaya kerja yang  transparan dan akuntabel sesuai harapan Gubernur Gorontalo Drs. H. Rusli Habibie, M.Ap, sehingga mereka yang ditugaskan benar-benar bekerja dan menyerap informasi secara maksimal

Sebanyak 6 (enam) Pamong Belajar, 2 (dua) staf administrasi memaparkan hasil dan tujuan program kegiatan yang mereka ikuti baik ditingkat Pusat, Regional Makassar maupun di tingkat daerah (reza)